Menyiapkan Insinyur Profesional yang Kompeten, Beretika, dan Berdaya Saing

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Stadium General sebagai bagian dari penguatan wawasan profesi keinsinyuran bagi para peserta Program Profesi Insinyur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 ini berlangsung dengan penuh antusias dan menghadirkan berbagai pandangan strategis mengenai masa depan profesi insinyur di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa perjalanan seorang sarjana teknik menuju insinyur profesional bukan hanya sekadar peningkatan akademik, tetapi juga sebuah proses pembentukan tanggung jawab moral, etika, dan profesional terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Beliau menegaskan bahwa profesi insinyur merupakan profesi strategis yang telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hal ini menunjukkan bahwa profesi engineer memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan publik.

Dalam pemaparannya, disampaikan empat fungsi utama profesi insinyur yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program Profesi Insinyur.

Pertama, fungsi pembangunan bangsa. Seluruh kemajuan infrastruktur, energi, transportasi, industri, hingga teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para insinyur. Tidak ada negara maju yang dibangun tanpa peran sentral profesi keinsinyuran.

Kedua, fungsi keselamatan publik. Setiap perhitungan, rancangan, dan keputusan teknis seorang insinyur berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, profesi keinsinyuran menuntut kompetensi yang teruji, tersertifikasi, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ketiga, fungsi inovasi dan penguasaan teknologi. Di era Revolusi Industri 4.0, insinyur Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Insinyur harus mampu menjadi pencipta, pengembang, sekaligus pemilik teknologi sebagai bentuk kemandirian bangsa dalam menghadapi perkembangan global.

Keempat, fungsi etika dan keberlanjutan. Profesi insinyur dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan kelestarian lingkungan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Selain itu, peserta juga diingatkan bahwa gelar profesi insinyur bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan pengakuan negara atas kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional seseorang. Oleh karena itu, Program Profesi Insinyur harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperdalam kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan membangun integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTI UII juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia keinsinyuran. Profesi ini tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan jejaring dan kerja sama yang luas antarprofesi maupun lintas sektor.

Kegiatan Stadium General ini diharapkan menjadi titik awal yang bermakna bagi para peserta dalam menapaki perjalanan sebagai insinyur profesional yang kompeten, beretika, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *