Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan sambutan dari Prof. Fathul Wahid selaku Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), yang menekankan pentingnya integritas dan kemampuan adaptasi teknologi bagi insinyur masa depan.

Dalam sambutannya, Prof. Fathul Wahid menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut para insinyur untuk menjadi pribadi yang lincah (agile) dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi baru menjadi salah satu kunci agar profesi insinyur tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ia menegaskan bahwa tantangan dunia profesi insinyur saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, tetapi juga menyangkut aspek moral dan integritas. Di tengah berbagai tekanan dan godaan, seorang insinyur dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai etika dalam setiap situasi, baik di ruang publik maupun dalam kondisi yang tidak terlihat oleh banyak orang.

“Integritas tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan istiqomah, termasuk dalam ruang-ruang tertutup ketika tidak ada orang lain yang melihat,” ungkapnya.

Prof. Fathul juga menyoroti berbagai tekanan yang kerap dihadapi para insinyur dalam dunia kerja, seperti tekanan memenangkan proyek atau tender, konflik kepentingan, hingga praktik-praktik yang berpotensi menggadaikan integritas profesional. Ia mencontohkan adanya kemungkinan hubungan yang tidak sehat antara vendor dan panitia pengadaan, serta tekanan penyelesaian proyek yang dapat mengorbankan kualitas pekerjaan.

Selain itu, budaya serba cepat juga dinilai dapat mendorong terjadinya manipulasi data demi memenuhi regulasi atau target tertentu tanpa didukung data yang faktual. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi para profesional teknik untuk tetap memegang prinsip kejujuran dan tanggung jawab.

Tidak hanya aspek teknis dan profesional, Prof. Fathul turut menekankan pentingnya memperhatikan dimensi kemanusiaan dan kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan dampak sosial maupun kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Menjaga keseimbangan antara pembangunan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan bukan perkara mudah. Karena itu, integritas menjadi sesuatu yang sangat penting dan harus dijaga kapan pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap komunitas yang terbentuk dalam proses pendidikan profesi insinyur dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan memperkuat nilai-nilai profesionalisme. Semangat kolektif tersebut diharapkan mampu mendukung para calon insinyur dalam menjalankan perannya secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai profesi.

Kegiatan PSPPI UII ini menjadi bagian dari komitmen UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Stadium General sebagai bagian dari penguatan wawasan profesi keinsinyuran bagi para peserta Program Profesi Insinyur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 ini berlangsung dengan penuh antusias dan menghadirkan berbagai pandangan strategis mengenai masa depan profesi insinyur di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa perjalanan seorang sarjana teknik menuju insinyur profesional bukan hanya sekadar peningkatan akademik, tetapi juga sebuah proses pembentukan tanggung jawab moral, etika, dan profesional terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Beliau menegaskan bahwa profesi insinyur merupakan profesi strategis yang telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hal ini menunjukkan bahwa profesi engineer memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan publik.

Dalam pemaparannya, disampaikan empat fungsi utama profesi insinyur yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program Profesi Insinyur.

Pertama, fungsi pembangunan bangsa. Seluruh kemajuan infrastruktur, energi, transportasi, industri, hingga teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para insinyur. Tidak ada negara maju yang dibangun tanpa peran sentral profesi keinsinyuran.

Kedua, fungsi keselamatan publik. Setiap perhitungan, rancangan, dan keputusan teknis seorang insinyur berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, profesi keinsinyuran menuntut kompetensi yang teruji, tersertifikasi, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ketiga, fungsi inovasi dan penguasaan teknologi. Di era Revolusi Industri 4.0, insinyur Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Insinyur harus mampu menjadi pencipta, pengembang, sekaligus pemilik teknologi sebagai bentuk kemandirian bangsa dalam menghadapi perkembangan global.

Keempat, fungsi etika dan keberlanjutan. Profesi insinyur dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan kelestarian lingkungan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Selain itu, peserta juga diingatkan bahwa gelar profesi insinyur bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan pengakuan negara atas kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional seseorang. Oleh karena itu, Program Profesi Insinyur harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperdalam kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan membangun integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTI UII juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia keinsinyuran. Profesi ini tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan jejaring dan kerja sama yang luas antarprofesi maupun lintas sektor.

Kegiatan Stadium General ini diharapkan menjadi titik awal yang bermakna bagi para peserta dalam menapaki perjalanan sebagai insinyur profesional yang kompeten, beretika, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Profesi Insinyur menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Daya Saing dan Produktivitas Insinyur Indonesia dalam Kemajuan Inovasi Digital dan Keberlanjutan” pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Insannul Kamil sebagai narasumber utama.

Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng. merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia serta Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerjasama Pengembangan Profesi SDM Teknik dan Industri. Beliau dikenal sebagai akademisi dan profesional di bidang keteknikan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan profesi insinyur, penguatan sumber daya manusia teknik, serta keterlibatan dalam berbagai proyek dan pengembangan sektor konstruksi nasional.

Dalam pengantarnya, Insannul Kamil menjelaskan bahwa pendidikan profesi insinyur memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, Program Profesi Insinyur tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan profesional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Presentasi utama yang disampaikan beliau turut mengulas posisi daya saing Indonesia dalam indeks bakat global dan produktivitas tenaga kerja. Indonesia tercatat berada pada peringkat ke-80 secara global dan peringkat ke-5 di kawasan regional dalam aspek produktivitas. Beliau menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dunia industri, khususnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital, kemampuan analitis, serta adaptasi terhadap teknologi industri 4.0. Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 60% perusahaan manufaktur masih mengalami kesulitan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam pemaparannya, beliau juga membagikan pengalaman profesionalnya selama berkecimpung di dunia keteknikan dan organisasi profesi. Keterlibatannya dalam berbagai perusahaan serta proyek berskala nasional menunjukkan pentingnya kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial dalam profesi insinyur. Seorang insinyur, menurut beliau, dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis, menjaga profesionalisme, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Program Profesi Insinyur memiliki peran penting dalam menghasilkan tenaga profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Hal tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia menuju negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045 melalui penguatan inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Profesi Insinyur dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia keteknikan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.