Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta — Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyambut hangat kedatangan mahasiswa baru Angkatan 3 Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 88 mahasiswa bergabung untuk menempuh pendidikan profesi dan memperkuat kompetensi keinsinyuran di lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Mahasiswa Angkatan 3 berasal dari berbagai latar belakang, baik alumni UII maupun non-alumni, serta mahasiswa dari jalur reguler dan nonreguler. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana akademik yang dinamis, kolaboratif, dan saling memperkaya pengalaman.

88 Mahasiswa Bergabung di PSPPI UII

Pada Tahun Akademik 2026/2027, mahasiswa PSPPI UII Angkatan 3 terdiri atas:

Jalur Kategori Jumlah
Non Reguler Alumni 50
Mitra 11
Non Alumni 9
Non Reguler Total 70
Reguler Alumni 13
Non Alumni 5
Reguler Total 18
Grand Total 88

Dari keseluruhan mahasiswa tersebut, 70 mahasiswa mengikuti jalur nonreguler, sedangkan 18 mahasiswa mengikuti jalur reguler. Komposisi ini menunjukkan antusiasme yang beragam dari para profesional dan lulusan berbagai perguruan tinggi untuk melanjutkan pengembangan kompetensi keinsinyuran melalui PSPPI UII.

Menempuh Pendidikan, Mengembangkan Kompetensi

Bergabungnya mahasiswa Angkatan 3 menjadi awal dari perjalanan akademik dan profesional yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga. Selama menempuh pendidikan di PSPPI UII, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi teknis, tetapi juga membangun kemampuan profesional, etika, kepemimpinan, serta tanggung jawab sebagai seorang insinyur.

PSPPI UII berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya, aktif berdiskusi, membangun jejaring, serta berbagi pengalaman dengan sesama mahasiswa maupun para dosen dan praktisi.

Selamat datang dan selamat bergabung, Mahasiswa PSPPI UII Angkatan 3 Tahun Akademik 2026/2027!

Jadikan perjalanan menempuh pendidikan di UII sebagai kesempatan untuk terus belajar, berkembang, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Semoga seluruh proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan menjadi bekal untuk menjadi insan profesional yang kompeten, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keinsinyuran.

Terus semangat menuntut ilmu, raih pengalaman sebanyak-banyaknya, dan jadilah bagian dari generasi insinyur yang mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan di masa depan.

Selamat menempuh pendidikan di Universitas Islam Indonesia.
Selamat berproses, berkarya, dan mengukir prestasi!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 19 September 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Kuliah Perdana Mahasiswa Baru PSPPI UII Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (19/9). Kegiatan berlangsung di Ruang Learning Space 2, Lantai 1, Fakultas Teknologi Industri UII, dan diikuti mahasiswa secara luring maupun daring.

Kuliah perdana menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru PSPPI UII untuk mengenal lingkungan akademik, jajaran pimpinan, serta ekosistem pembelajaran dan pengembangan keprofesian yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka di UII.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknologi Industri UII, Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada mahasiswa baru PSPPI UII.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 180 mahasiswa baru bergabung dalam Program Pascasarjana dan Program Profesi Insinyur FTI UII. Sebanyak 44 mahasiswa mengikuti kegiatan secara luring, sementara mahasiswa lainnya mengikuti secara daring.

“Selamat datang dan selamat bergabung dengan perahu besar Fakultas Teknologi Industri,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam sambutan Dekan.

Memasuki pendidikan profesi, mahasiswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian untuk bertanggung jawab sebagai seorang profesional.

Proses pendidikan tersebut diharapkan dapat membentuk insan yang mampu mengamalkan kompetensi keinsinyurannya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan bertajuk “Mengenal FTI UII: Struktur Ekosistem Akademik dan Peluang Kolaborasi” yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII, Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek ekosistem akademik FTI UII, termasuk program studi, laboratorium, pusat studi, serta berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi.

Mahasiswa PSPPI UII juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai peluang untuk mengembangkan pengalaman akademik dan profesional melalui research group, pusat studi, seminar, konferensi, FTI Talks, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik dan profesional.

Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan peluang pengembangan pengalaman internasional, seperti student exchange, sandwich program, international exposure, joint supervision, dan joint publication.

Pesan “Stay Engaged” turut ditekankan kepada mahasiswa agar senantiasa aktif dan terhubung dengan program studi, dosen, kegiatan akademik, kelompok riset, serta berbagai aktivitas pengembangan keprofesian di lingkungan UII.

Kuliah perdana kemudian dilanjutkan dengan sesi siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Tito Yuwono, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak untuk memaknai perjalanan pendidikan bukan sekadar sebagai proses memperoleh gelar atau pengakuan profesi, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar dalam menuntut ilmu yang bermanfaat.

Mahasiswa diingatkan mengenai pentingnya menjaga semangat belajar, mengamalkan ilmu yang diperoleh, serta membangun kebiasaan baik secara konsisten.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan profesi membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, konsistensi, dan komitmen. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara bertanggung jawab dalam kehidupan profesional dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Salah satu sesi utama dalam Kuliah Perdana PSPPI UII adalah kuliah umum industri dengan tema “From Research to Industrial Impact: Bridging Academia and Industry.”

Sesi tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi, Senior General Manager Telkom Corporate University, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., sebagai narasumber secara daring melalui Zoom. Sesi dipandu oleh Dr. Ir. Bambang Suratno, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Dalam pemaparannya, Muhammad Subhan menjelaskan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan dampaknya terhadap dunia industri. Perubahan teknologi mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, berinovasi, serta menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

Ia juga memperkenalkan Telkom Corporate University (Telkom CorpU) yang mengintegrasikan aspek Learning, Research, dan Innovation sebagai bagian dari pengembangan talenta dan transformasi Telkom Group.

Pada aspek Learning, pengembangan talenta dilakukan melalui pendekatan Dynamic Curriculum yang memadukan Formal Learning, Social Learning, dan Experiential Learning. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Bagi mahasiswa PSPPI UII, perspektif tersebut menjadi relevan dalam mempersiapkan diri sebagai profesional yang mampu menjembatani kompetensi keinsinyuran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.

Peran AI dalam Dunia Akademik dan Keinsinyuran

Rangkaian kuliah umum dilanjutkan dengan sesi yang menghadirkan Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan tema “From Research Assistant to Research Agent: The Emerging Role of Agentic AI in Academia.”

Dalam pemaparannya, Mukhammad Andri Setiawan membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kemunculan AI agent yang semakin mampu membantu manusia dalam menjalankan berbagai pekerjaan, termasuk dalam bidang akademik dan penelitian.

Di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI, mahasiswa diingatkan untuk tetap bersikap kritis dalam menggunakan teknologi. Prinsip “Do Not Trust AI” menjadi salah satu pesan penting bahwa hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa, diverifikasi, dan dikonsolidasikan oleh manusia.

Konsep Human in the Loop juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Manusia tetap memiliki peran dalam mengawasi, memeriksa, melakukan intervensi, serta memastikan teknologi digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan, sementara keputusan dan kontrol tetap berada pada manusia. Bagi mahasiswa PSPPI UII, pemanfaatan AI secara kritis dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia keinsinyuran.

Langkah Awal Menjadi Insinyur Profesional

Rangkaian Kuliah Perdana Mahasiswa Baru PSPPI UII Tahun Akademik 2026/2027 memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perjalanan pendidikan dan pengembangan profesional yang akan mereka tempuh di UII.

Berbagai materi yang disampaikan menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam ekosistem akademik, pengembangan kompetensi, riset, kolaborasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Melalui pendidikan profesi insinyur, mahasiswa PSPPI UII diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu menerapkan keilmuan dan keinsinyuran secara bertanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia profesional.

Kuliah perdana ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru PSPPI UII untuk memulai perjalanan sebagai calon insinyur profesional dengan semangat belajar, keterbukaan terhadap kolaborasi, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia keinsinyuran yang terus berkembang.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta – Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Islam Indonesia kembali mencatatkan kisah inspiratif melalui salah satu lulusannya. Hendrix Kusuma Wardani, S.T. (NIM 25533011) menjadi lulusan paling junior PSPPI UII pada periode wisuda Angkatan 1 Tahun Akademik 2025/2026 kali ini.

Berkarya di PT. Dahana, beliau menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Dengan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil menyelesaikan pendidikan profesi insinyur sebagai bekal untuk menghadapi tantangan dunia keteknikan yang semakin dinamis.

Seluruh sivitas akademika PSPPI UII mengucapkan selamat dan sukses kepada Hendrix Kusuma Wardani, S.T. atas capaian yang membanggakan ini. Semoga gelar Insinyur yang telah diraih menjadi amanah untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan industri, masyarakat, dan bangsa.

Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Menjadi seorang insinyur bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun integritas, mengembangkan kompetensi, serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi kehidupan.

Kepada para mahasiswa dan calon insinyur muda, jangan pernah ragu untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan berani mengambil tantangan. Masa depan dunia rekayasa membutuhkan insan-insan profesional yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.

Semoga langkah awal sebagai salah satu insinyur muda lulusan PSPPI UII menjadi awal perjalanan panjang dalam menghadirkan karya-karya terbaik bagi Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta – Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur  Universitas Islam Indonesia Angkatan 1 Tahun Akademik 2025/2026 menghadirkan kisah inspiratif melalui sosok Sukamto, S.T., yang dinobatkan sebagai lulusan paling senior pada angkatan ini.

Beliau merupakan tenaga kependidikan yang mengabdikan diri di Laboratorium Jalan Raya, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan  Universitas Islam Indonesia. Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan profesi insinyur menjadi bukti bahwa semangat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan diri tidak pernah dibatasi oleh usia.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah profesi menjadi momentum penting yang menandai komitmen setiap insinyur untuk menjunjung tinggi etika profesi, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan praktik keinsinyuran. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama dalam menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pencapaian beliau diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UII maupun masyarakat luas bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat yang konsisten, setiap orang memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahliannya.

Selamat dan Sukses!

Keluarga besar Program Studi Program Profesi Insinyur  Universitas Islam Indonesia mengucapkan selamat kepada Sukamto, S.T. atas pencapaiannya.

Semoga gelar profesi yang telah diraih menjadi amanah untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia keinsinyuran.

“Belajar tidak mengenal usia, mengabdi tidak mengenal batas. Teruslah menjadi inspirasi dengan semangat belajar sepanjang hayat dan dedikasi untuk kemajuan bangsa.”

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta – Prestasi membanggakan mewarnai prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Islam Indonesia (UII). Dua lulusan, Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sebuah capaian akademik yang menjadi bukti dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap keunggulan dalam pendidikan profesi insinyur.

Segenap keluarga besar PSPPI Universitas Islam Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., atas pencapaian luar biasa tersebut. Semoga prestasi yang diraih menjadi inspirasi bagi para calon insinyur lainnya serta menjadi bekal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan dunia keinsinyuran.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi khusus dalam rangkaian prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat. Capaian tersebut menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi profesional dan menjunjung tinggi integritas sebagai seorang insinyur.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU, menegaskan bahwa pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah untuk mengabdikan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para lulusan berprestasi yang berhasil menunjukkan capaian akademik terbaik selama menempuh pendidikan profesi insinyur.

Keberhasilan Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D. memperoleh IPK 4,00 mencerminkan kualitas lulusan PSPPI UII yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap mengemban tanggung jawab profesi sesuai standar keinsinyuran nasional dan global. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi lulusan lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui praktik keinsinyuran yang profesional dan beretika.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur angkatan perdana PSPPI UII menjadi tonggak penting dalam perjalanan program studi tersebut. Selain meluluskan puluhan insinyur profesional, momen ini juga menegaskan komitmen UII dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Selamat dan sukses kepada seluruh Insinyur baru PSPPI UII. Semoga senantiasa mengemban amanah profesi dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta terus memberikan karya dan inovasi terbaik demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta – Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur – Universitas Islam Indonesia, Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., menyampaikan laporan pelaksanaan program studi dalam rangkaian Pelantikan dan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan Pertama yang diselenggarakan pada Minggu (28/6/2026). Dalam laporannya, ia memaparkan perkembangan penyelenggaraan PSPPI UII sekaligus berbagai capaian akademik dan kompetensi yang berhasil diraih oleh angkatan pertama.

Risdiyono menjelaskan bahwa PSPPI UII telah memperoleh izin penyelenggaraan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 295/D/O/2025 serta meraih akreditasi Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). Penyelenggaraan program didukung oleh dosen tetap dan praktisi industri yang berpengalaman sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia profesi.

Pada angkatan pertama, PSPPI UII meluluskan 88 insinyur yang telah memenuhi seluruh capaian pembelajaran dan kompetensi sesuai standar pendidikan profesi insinyur. Para lulusan berasal dari berbagai disiplin ilmu keteknikan dan siap mengabdikan keahliannya melalui praktik keinsinyuran yang profesional, berintegritas, serta berlandaskan kode etik profesi.

Dari sisi prestasi akademik, Aziz Noor, S.T., IPP. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00, menjadikan keduanya sebagai lulusan dengan capaian akademik tertinggi pada angkatan pertama. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Sukamto, S.T. sebagai lulusan paling senior dan Hendrik Krisna Wardani, S.T. sebagai lulusan paling junior. Penghargaan tersebut mencerminkan semangat belajar sepanjang hayat yang menjadi salah satu karakter penting seorang insinyur profesional.

Tidak hanya unggul secara akademik, para lulusan juga dibekali kompetensi tambahan melalui sertifikasi internasional. Sejumlah lulusan juga berhasil memperoleh TRIZ Practitioner Level 1, sertifikasi yang berfokus pada penguasaan metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) untuk menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan di bidang rekayasa dan industri. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII berkomitmen menghasilkan insinyur profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, integritas, serta tanggung jawab sosial. Melalui kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, PSPPI UII terus berupaya mencetak lulusan yang mampu memberikan solusi inovatif bagi pembangunan bangsa.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan Pertama menjadi tonggak penting bagi PSPPI UII dalam mewujudkan misinya sebagai penyelenggara pendidikan profesi yang unggul. Dengan semangat “Melangkah dengan Ilmu, Mengabdi dengan Profesi,” para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai profesionalisme untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Universitas Islam Indonesia (UII) melantik 88 lulusan angkatan pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) dalam prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Ahad (28/6/2026).

Dari total lulusan, sebanyak 78 orang mengikuti prosesi secara luring dan enam orang secara daring. Sementara itu, empat lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti pelantikan pada periode berikutnya.

PSPPI UII yang resmi berdiri pada 22 April 2025 memperoleh respons positif sejak pembukaan angkatan pertamanya. Dari 129 pendaftar, sebanyak 99 orang diterima sebagai mahasiswa, dan 88 di antaranya berhasil menyelesaikan pendidikan serta dinyatakan lulus pada Juni 2026.

Ketua PSPPI UII, Dr.Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa program ini memiliki keunggulan melalui integrasi sertifikasi inovasi dan pemecahan masalah berbasis metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Integrasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadikan PSPPI UII sebagai program profesi insinyur pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bahan kajian TRIZ dalam kurikulumnya.

“Mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti ujian sertifikasi TRIZ yang dilaksanakan di kampus sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional,” ujar Risdiyono.

Pada pelantikan perdana ini, sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi praktisi TRIZ Level 1 yang berlaku secara internasional.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Agus Mansur, serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika. Pembacaan sumpah/janji profesi insinyur disaksikan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, M.T., PUSDA, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Siswoyo menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesi.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesional yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PII Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan beradaptasi di tengah perubahan sekaligus mempertahankan integritas sebagai fondasi profesi.

“Pegang dua hal penting ini: tetaplah adaptif agar terus relevan, dan tetaplah berintegritas agar terus bermanfaat serta menyelamatkan kehidupan manusia,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelantikan, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan pengambilan sumpah profesi insinyur pertama PSPPI UII dengan lancar.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 180.000–220.000 lulusan bidang teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun dari berbagai perguruan tinggi, yang menjadi potensi utama pengembangan Program Profesi Insinyur, khususnya melalui jalur reguler.

Dwi menambahkan bahwa Program Profesi Insinyur merupakan investasi jangka panjang bagi lulusan teknik karena tidak hanya memberikan gelar insinyur (Ir.), tetapi juga memperkuat pengakuan kompetensi profesional.

“Selain memperoleh gelar insinyur, lulusan mendapatkan pengakuan kompetensi profesional, meningkatkan kredibilitas, memperluas peluang karier, memenuhi tuntutan regulasi profesi, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan baru bidang teknik, tetapi juga terbuka bagi para profesional yang telah berkarya di bidang rekayasa dan ingin memperoleh pengakuan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme sesuai standar praktik keinsinyuran di Indonesia.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan sambutan dari Prof. Fathul Wahid selaku Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), yang menekankan pentingnya integritas dan kemampuan adaptasi teknologi bagi insinyur masa depan.

Dalam sambutannya, Prof. Fathul Wahid menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut para insinyur untuk menjadi pribadi yang lincah (agile) dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi baru menjadi salah satu kunci agar profesi insinyur tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ia menegaskan bahwa tantangan dunia profesi insinyur saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, tetapi juga menyangkut aspek moral dan integritas. Di tengah berbagai tekanan dan godaan, seorang insinyur dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai etika dalam setiap situasi, baik di ruang publik maupun dalam kondisi yang tidak terlihat oleh banyak orang.

“Integritas tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan istiqomah, termasuk dalam ruang-ruang tertutup ketika tidak ada orang lain yang melihat,” ungkapnya.

Prof. Fathul juga menyoroti berbagai tekanan yang kerap dihadapi para insinyur dalam dunia kerja, seperti tekanan memenangkan proyek atau tender, konflik kepentingan, hingga praktik-praktik yang berpotensi menggadaikan integritas profesional. Ia mencontohkan adanya kemungkinan hubungan yang tidak sehat antara vendor dan panitia pengadaan, serta tekanan penyelesaian proyek yang dapat mengorbankan kualitas pekerjaan.

Selain itu, budaya serba cepat juga dinilai dapat mendorong terjadinya manipulasi data demi memenuhi regulasi atau target tertentu tanpa didukung data yang faktual. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi para profesional teknik untuk tetap memegang prinsip kejujuran dan tanggung jawab.

Tidak hanya aspek teknis dan profesional, Prof. Fathul turut menekankan pentingnya memperhatikan dimensi kemanusiaan dan kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan dampak sosial maupun kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Menjaga keseimbangan antara pembangunan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan bukan perkara mudah. Karena itu, integritas menjadi sesuatu yang sangat penting dan harus dijaga kapan pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap komunitas yang terbentuk dalam proses pendidikan profesi insinyur dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan memperkuat nilai-nilai profesionalisme. Semangat kolektif tersebut diharapkan mampu mendukung para calon insinyur dalam menjalankan perannya secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai profesi.

Kegiatan PSPPI UII ini menjadi bagian dari komitmen UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Stadium General sebagai bagian dari penguatan wawasan profesi keinsinyuran bagi para peserta Program Profesi Insinyur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 ini berlangsung dengan penuh antusias dan menghadirkan berbagai pandangan strategis mengenai masa depan profesi insinyur di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa perjalanan seorang sarjana teknik menuju insinyur profesional bukan hanya sekadar peningkatan akademik, tetapi juga sebuah proses pembentukan tanggung jawab moral, etika, dan profesional terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Beliau menegaskan bahwa profesi insinyur merupakan profesi strategis yang telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hal ini menunjukkan bahwa profesi engineer memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan publik.

Dalam pemaparannya, disampaikan empat fungsi utama profesi insinyur yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program Profesi Insinyur.

Pertama, fungsi pembangunan bangsa. Seluruh kemajuan infrastruktur, energi, transportasi, industri, hingga teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para insinyur. Tidak ada negara maju yang dibangun tanpa peran sentral profesi keinsinyuran.

Kedua, fungsi keselamatan publik. Setiap perhitungan, rancangan, dan keputusan teknis seorang insinyur berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, profesi keinsinyuran menuntut kompetensi yang teruji, tersertifikasi, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ketiga, fungsi inovasi dan penguasaan teknologi. Di era Revolusi Industri 4.0, insinyur Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Insinyur harus mampu menjadi pencipta, pengembang, sekaligus pemilik teknologi sebagai bentuk kemandirian bangsa dalam menghadapi perkembangan global.

Keempat, fungsi etika dan keberlanjutan. Profesi insinyur dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan kelestarian lingkungan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Selain itu, peserta juga diingatkan bahwa gelar profesi insinyur bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan pengakuan negara atas kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional seseorang. Oleh karena itu, Program Profesi Insinyur harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperdalam kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan membangun integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTI UII juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia keinsinyuran. Profesi ini tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan jejaring dan kerja sama yang luas antarprofesi maupun lintas sektor.

Kegiatan Stadium General ini diharapkan menjadi titik awal yang bermakna bagi para peserta dalam menapaki perjalanan sebagai insinyur profesional yang kompeten, beretika, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Profesi Insinyur menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Daya Saing dan Produktivitas Insinyur Indonesia dalam Kemajuan Inovasi Digital dan Keberlanjutan” pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Insannul Kamil sebagai narasumber utama.

Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng. merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia serta Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerjasama Pengembangan Profesi SDM Teknik dan Industri. Beliau dikenal sebagai akademisi dan profesional di bidang keteknikan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan profesi insinyur, penguatan sumber daya manusia teknik, serta keterlibatan dalam berbagai proyek dan pengembangan sektor konstruksi nasional.

Dalam pengantarnya, Insannul Kamil menjelaskan bahwa pendidikan profesi insinyur memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, Program Profesi Insinyur tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan profesional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Presentasi utama yang disampaikan beliau turut mengulas posisi daya saing Indonesia dalam indeks bakat global dan produktivitas tenaga kerja. Indonesia tercatat berada pada peringkat ke-80 secara global dan peringkat ke-5 di kawasan regional dalam aspek produktivitas. Beliau menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dunia industri, khususnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital, kemampuan analitis, serta adaptasi terhadap teknologi industri 4.0. Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 60% perusahaan manufaktur masih mengalami kesulitan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam pemaparannya, beliau juga membagikan pengalaman profesionalnya selama berkecimpung di dunia keteknikan dan organisasi profesi. Keterlibatannya dalam berbagai perusahaan serta proyek berskala nasional menunjukkan pentingnya kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial dalam profesi insinyur. Seorang insinyur, menurut beliau, dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis, menjaga profesionalisme, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Program Profesi Insinyur memiliki peran penting dalam menghasilkan tenaga profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Hal tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia menuju negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045 melalui penguatan inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Profesi Insinyur dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia keteknikan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.