Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Islam Indonesia kembali mencatatkan kisah inspiratif melalui salah satu lulusannya. Hendrix Kusuma Wardani, S.T. (NIM 25533011) menjadi lulusan paling junior PSPPI UII pada periode wisuda Angkatan 1 Tahun Akademik 2025/2026 kali ini.

Berkarya di PT. Dahana, beliau menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Dengan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil menyelesaikan pendidikan profesi insinyur sebagai bekal untuk menghadapi tantangan dunia keteknikan yang semakin dinamis.

Seluruh sivitas akademika PSPPI UII mengucapkan selamat dan sukses kepada Hendrix Kusuma Wardani, S.T. atas capaian yang membanggakan ini. Semoga gelar Insinyur yang telah diraih menjadi amanah untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan industri, masyarakat, dan bangsa.

Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Menjadi seorang insinyur bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun integritas, mengembangkan kompetensi, serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi kehidupan.

Kepada para mahasiswa dan calon insinyur muda, jangan pernah ragu untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan berani mengambil tantangan. Masa depan dunia rekayasa membutuhkan insan-insan profesional yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.

Semoga langkah awal sebagai salah satu insinyur muda lulusan PSPPI UII menjadi awal perjalanan panjang dalam menghadirkan karya-karya terbaik bagi Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

YogyakartaPelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur  Universitas Islam Indonesia Angkatan 1 Tahun Akademik 2025/2026 menghadirkan kisah inspiratif melalui sosok Sukamto, S.T., yang dinobatkan sebagai lulusan paling senior pada angkatan ini.

Beliau merupakan tenaga kependidikan yang mengabdikan diri di Laboratorium Jalan Raya, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan  Universitas Islam Indonesia. Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan profesi insinyur menjadi bukti bahwa semangat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan diri tidak pernah dibatasi oleh usia.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah profesi menjadi momentum penting yang menandai komitmen setiap insinyur untuk menjunjung tinggi etika profesi, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan praktik keinsinyuran. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama dalam menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pencapaian beliau diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UII maupun masyarakat luas bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat yang konsisten, setiap orang memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahliannya.

Selamat dan Sukses!

Keluarga besar Program Studi Program Profesi Insinyur  Universitas Islam Indonesia mengucapkan selamat kepada Sukamto, S.T. atas pencapaiannya.

Semoga gelar profesi yang telah diraih menjadi amanah untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia keinsinyuran.

“Belajar tidak mengenal usia, mengabdi tidak mengenal batas. Teruslah menjadi inspirasi dengan semangat belajar sepanjang hayat dan dedikasi untuk kemajuan bangsa.”

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta – Prestasi membanggakan mewarnai prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Islam Indonesia (UII). Dua lulusan, Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sebuah capaian akademik yang menjadi bukti dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap keunggulan dalam pendidikan profesi insinyur.

Segenap keluarga besar PSPPI Universitas Islam Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., atas pencapaian luar biasa tersebut. Semoga prestasi yang diraih menjadi inspirasi bagi para calon insinyur lainnya serta menjadi bekal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan dunia keinsinyuran.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi khusus dalam rangkaian prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat. Capaian tersebut menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi profesional dan menjunjung tinggi integritas sebagai seorang insinyur.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU, menegaskan bahwa pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah untuk mengabdikan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para lulusan berprestasi yang berhasil menunjukkan capaian akademik terbaik selama menempuh pendidikan profesi insinyur.

Keberhasilan Aziz Noor, S.T. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D. memperoleh IPK 4,00 mencerminkan kualitas lulusan PSPPI UII yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap mengemban tanggung jawab profesi sesuai standar keinsinyuran nasional dan global. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi lulusan lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui praktik keinsinyuran yang profesional dan beretika.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur angkatan perdana PSPPI UII menjadi tonggak penting dalam perjalanan program studi tersebut. Selain meluluskan puluhan insinyur profesional, momen ini juga menegaskan komitmen UII dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Selamat dan sukses kepada seluruh Insinyur baru PSPPI UII. Semoga senantiasa mengemban amanah profesi dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta terus memberikan karya dan inovasi terbaik demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

YogyakartaKetua Program Studi Program Profesi Insinyur – Universitas Islam Indonesia, Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., menyampaikan laporan pelaksanaan program studi dalam rangkaian Pelantikan dan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan Pertama yang diselenggarakan pada Minggu (28/6/2026). Dalam laporannya, ia memaparkan perkembangan penyelenggaraan PSPPI UII sekaligus berbagai capaian akademik dan kompetensi yang berhasil diraih oleh angkatan pertama.

Risdiyono menjelaskan bahwa PSPPI UII telah memperoleh izin penyelenggaraan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 295/D/O/2025 serta meraih akreditasi Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). Penyelenggaraan program didukung oleh dosen tetap dan praktisi industri yang berpengalaman sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia profesi.

Pada angkatan pertama, PSPPI UII meluluskan 88 insinyur yang telah memenuhi seluruh capaian pembelajaran dan kompetensi sesuai standar pendidikan profesi insinyur. Para lulusan berasal dari berbagai disiplin ilmu keteknikan dan siap mengabdikan keahliannya melalui praktik keinsinyuran yang profesional, berintegritas, serta berlandaskan kode etik profesi.

Dari sisi prestasi akademik, Aziz Noor, S.T., IPP. dan Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00, menjadikan keduanya sebagai lulusan dengan capaian akademik tertinggi pada angkatan pertama. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Sukamto, S.T. sebagai lulusan paling senior dan Hendrik Krisna Wardani, S.T. sebagai lulusan paling junior. Penghargaan tersebut mencerminkan semangat belajar sepanjang hayat yang menjadi salah satu karakter penting seorang insinyur profesional.

Tidak hanya unggul secara akademik, para lulusan juga dibekali kompetensi tambahan melalui sertifikasi internasional. Sejumlah lulusan juga berhasil memperoleh TRIZ Practitioner Level 1, sertifikasi yang berfokus pada penguasaan metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) untuk menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan di bidang rekayasa dan industri. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII berkomitmen menghasilkan insinyur profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, integritas, serta tanggung jawab sosial. Melalui kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, PSPPI UII terus berupaya mencetak lulusan yang mampu memberikan solusi inovatif bagi pembangunan bangsa.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan Pertama menjadi tonggak penting bagi PSPPI UII dalam mewujudkan misinya sebagai penyelenggara pendidikan profesi yang unggul. Dengan semangat “Melangkah dengan Ilmu, Mengabdi dengan Profesi,” para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai profesionalisme untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Universitas Islam Indonesia (UII) melantik 88 lulusan angkatan pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) dalam prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Ahad (28/6/2026).

Dari total lulusan, sebanyak 78 orang mengikuti prosesi secara luring dan enam orang secara daring. Sementara itu, empat lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti pelantikan pada periode berikutnya.

PSPPI UII yang resmi berdiri pada 22 April 2025 memperoleh respons positif sejak pembukaan angkatan pertamanya. Dari 129 pendaftar, sebanyak 99 orang diterima sebagai mahasiswa, dan 88 di antaranya berhasil menyelesaikan pendidikan serta dinyatakan lulus pada Juni 2026.

Ketua PSPPI UII, Dr.Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa program ini memiliki keunggulan melalui integrasi sertifikasi inovasi dan pemecahan masalah berbasis metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Integrasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadikan PSPPI UII sebagai program profesi insinyur pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bahan kajian TRIZ dalam kurikulumnya.

“Mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti ujian sertifikasi TRIZ yang dilaksanakan di kampus sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional,” ujar Risdiyono.

Pada pelantikan perdana ini, sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi praktisi TRIZ Level 1 yang berlaku secara internasional.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Agus Mansur, serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika. Pembacaan sumpah/janji profesi insinyur disaksikan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, M.T., PUSDA, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Siswoyo menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesi.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesional yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PII Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan beradaptasi di tengah perubahan sekaligus mempertahankan integritas sebagai fondasi profesi.

“Pegang dua hal penting ini: tetaplah adaptif agar terus relevan, dan tetaplah berintegritas agar terus bermanfaat serta menyelamatkan kehidupan manusia,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelantikan, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan pengambilan sumpah profesi insinyur pertama PSPPI UII dengan lancar.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 180.000–220.000 lulusan bidang teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun dari berbagai perguruan tinggi, yang menjadi potensi utama pengembangan Program Profesi Insinyur, khususnya melalui jalur reguler.

Dwi menambahkan bahwa Program Profesi Insinyur merupakan investasi jangka panjang bagi lulusan teknik karena tidak hanya memberikan gelar insinyur (Ir.), tetapi juga memperkuat pengakuan kompetensi profesional.

“Selain memperoleh gelar insinyur, lulusan mendapatkan pengakuan kompetensi profesional, meningkatkan kredibilitas, memperluas peluang karier, memenuhi tuntutan regulasi profesi, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan baru bidang teknik, tetapi juga terbuka bagi para profesional yang telah berkarya di bidang rekayasa dan ingin memperoleh pengakuan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme sesuai standar praktik keinsinyuran di Indonesia.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan sambutan dari Prof. Fathul Wahid selaku Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), yang menekankan pentingnya integritas dan kemampuan adaptasi teknologi bagi insinyur masa depan.

Dalam sambutannya, Prof. Fathul Wahid menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut para insinyur untuk menjadi pribadi yang lincah (agile) dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi baru menjadi salah satu kunci agar profesi insinyur tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ia menegaskan bahwa tantangan dunia profesi insinyur saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, tetapi juga menyangkut aspek moral dan integritas. Di tengah berbagai tekanan dan godaan, seorang insinyur dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai etika dalam setiap situasi, baik di ruang publik maupun dalam kondisi yang tidak terlihat oleh banyak orang.

“Integritas tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan istiqomah, termasuk dalam ruang-ruang tertutup ketika tidak ada orang lain yang melihat,” ungkapnya.

Prof. Fathul juga menyoroti berbagai tekanan yang kerap dihadapi para insinyur dalam dunia kerja, seperti tekanan memenangkan proyek atau tender, konflik kepentingan, hingga praktik-praktik yang berpotensi menggadaikan integritas profesional. Ia mencontohkan adanya kemungkinan hubungan yang tidak sehat antara vendor dan panitia pengadaan, serta tekanan penyelesaian proyek yang dapat mengorbankan kualitas pekerjaan.

Selain itu, budaya serba cepat juga dinilai dapat mendorong terjadinya manipulasi data demi memenuhi regulasi atau target tertentu tanpa didukung data yang faktual. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi para profesional teknik untuk tetap memegang prinsip kejujuran dan tanggung jawab.

Tidak hanya aspek teknis dan profesional, Prof. Fathul turut menekankan pentingnya memperhatikan dimensi kemanusiaan dan kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan dampak sosial maupun kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Menjaga keseimbangan antara pembangunan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan bukan perkara mudah. Karena itu, integritas menjadi sesuatu yang sangat penting dan harus dijaga kapan pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap komunitas yang terbentuk dalam proses pendidikan profesi insinyur dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan memperkuat nilai-nilai profesionalisme. Semangat kolektif tersebut diharapkan mampu mendukung para calon insinyur dalam menjalankan perannya secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai profesi.

Kegiatan PSPPI UII ini menjadi bagian dari komitmen UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Stadium General sebagai bagian dari penguatan wawasan profesi keinsinyuran bagi para peserta Program Profesi Insinyur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 ini berlangsung dengan penuh antusias dan menghadirkan berbagai pandangan strategis mengenai masa depan profesi insinyur di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa perjalanan seorang sarjana teknik menuju insinyur profesional bukan hanya sekadar peningkatan akademik, tetapi juga sebuah proses pembentukan tanggung jawab moral, etika, dan profesional terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Beliau menegaskan bahwa profesi insinyur merupakan profesi strategis yang telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hal ini menunjukkan bahwa profesi engineer memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan publik.

Dalam pemaparannya, disampaikan empat fungsi utama profesi insinyur yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program Profesi Insinyur.

Pertama, fungsi pembangunan bangsa. Seluruh kemajuan infrastruktur, energi, transportasi, industri, hingga teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para insinyur. Tidak ada negara maju yang dibangun tanpa peran sentral profesi keinsinyuran.

Kedua, fungsi keselamatan publik. Setiap perhitungan, rancangan, dan keputusan teknis seorang insinyur berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, profesi keinsinyuran menuntut kompetensi yang teruji, tersertifikasi, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ketiga, fungsi inovasi dan penguasaan teknologi. Di era Revolusi Industri 4.0, insinyur Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Insinyur harus mampu menjadi pencipta, pengembang, sekaligus pemilik teknologi sebagai bentuk kemandirian bangsa dalam menghadapi perkembangan global.

Keempat, fungsi etika dan keberlanjutan. Profesi insinyur dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan kelestarian lingkungan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Selain itu, peserta juga diingatkan bahwa gelar profesi insinyur bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan pengakuan negara atas kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional seseorang. Oleh karena itu, Program Profesi Insinyur harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperdalam kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan membangun integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTI UII juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia keinsinyuran. Profesi ini tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan jejaring dan kerja sama yang luas antarprofesi maupun lintas sektor.

Kegiatan Stadium General ini diharapkan menjadi titik awal yang bermakna bagi para peserta dalam menapaki perjalanan sebagai insinyur profesional yang kompeten, beretika, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Profesi Insinyur menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Daya Saing dan Produktivitas Insinyur Indonesia dalam Kemajuan Inovasi Digital dan Keberlanjutan” pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Insannul Kamil sebagai narasumber utama.

Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng. merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia serta Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerjasama Pengembangan Profesi SDM Teknik dan Industri. Beliau dikenal sebagai akademisi dan profesional di bidang keteknikan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan profesi insinyur, penguatan sumber daya manusia teknik, serta keterlibatan dalam berbagai proyek dan pengembangan sektor konstruksi nasional.

Dalam pengantarnya, Insannul Kamil menjelaskan bahwa pendidikan profesi insinyur memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, Program Profesi Insinyur tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan profesional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Presentasi utama yang disampaikan beliau turut mengulas posisi daya saing Indonesia dalam indeks bakat global dan produktivitas tenaga kerja. Indonesia tercatat berada pada peringkat ke-80 secara global dan peringkat ke-5 di kawasan regional dalam aspek produktivitas. Beliau menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dunia industri, khususnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital, kemampuan analitis, serta adaptasi terhadap teknologi industri 4.0. Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 60% perusahaan manufaktur masih mengalami kesulitan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam pemaparannya, beliau juga membagikan pengalaman profesionalnya selama berkecimpung di dunia keteknikan dan organisasi profesi. Keterlibatannya dalam berbagai perusahaan serta proyek berskala nasional menunjukkan pentingnya kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial dalam profesi insinyur. Seorang insinyur, menurut beliau, dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis, menjaga profesionalisme, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Program Profesi Insinyur memiliki peran penting dalam menghasilkan tenaga profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Hal tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia menuju negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045 melalui penguatan inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Profesi Insinyur dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia keteknikan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Program Studi Program Profesi Insinyur UII turut ambil bagian dalam gelaran FTI Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII di Pakuwon Mall Jogja. Keikutsertaan PSPPI UII menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan lebih luas peran dan urgensi profesi insinyur dalam pembangunan nasional.

Ketua Program Studi PSPPI UII, Dr. Risdiyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Program Profesi Insinyur (PSPPI) merupakan program lanjutan yang dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, beretika, dan memiliki pengakuan resmi sebagai insinyur. Program ini terbuka bagi lulusan sarjana teknik maupun bidang terkait yang ingin meningkatkan kualifikasi profesionalnya sesuai dengan standar keinsinyuran nasional.

Ia menjelaskan bahwa PSPPI UII memiliki beberapa skema yang dapat diikuti oleh calon peserta, di antaranya Program Reguler, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta Program Kerja Sama Industri. Setiap skema dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta dari berbagai latar belakang, baik fresh graduate maupun profesional yang telah memiliki pengalaman kerja di bidang teknik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kurikulum PSPPI UII mengintegrasikan aspek praktik keinsinyuran, studi kasus, serta penanaman kode etik profesi. Hal ini bertujuan untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab profesional dalam setiap karya dan keputusan yang diambil.

Selain itu, PSPPI UII juga telah mencatat berbagai capaian, di antaranya meningkatnya jumlah lulusan yang memperoleh gelar Insinyur (Ir.) serta tersertifikasi sebagai Insinyur Profesional melalui organisasi profesi nasional. Banyak lulusan PSPPI UII yang telah berkiprah di sektor industri strategis, konsultan teknik, hingga proyek-proyek infrastruktur berskala nasional.

Dari sisi fasilitas, PSPPI UII didukung oleh ekosistem akademik Universitas Islam Indonesia yang kuat, termasuk laboratorium terintegrasi, akses ke pusat riset, serta kolaborasi dengan mitra industri. Proses pembelajaran juga didukung oleh dosen praktisi dan akademisi berpengalaman yang memiliki rekam jejak di bidang keinsinyuran.

Tidak hanya itu, PSPPI UII juga membuka peluang bagi peserta untuk meraih sertifikasi profesi yang diakui secara nasional maupun internasional, seperti Insinyur Profesional Utama (IPU) serta pengakuan ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) yang memungkinkan lulusan memiliki daya saing di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap program studi menghadirkan stan interaktif yang berisi informasi akademik, karya inovasi mahasiswa, prototipe teknologi, serta demonstrasi alat dan sistem hasil pengembangan mahasiswa. Selain pameran, FTI Expo 2026 juga diramaikan dengan talkshow dari masing-masing program studi yang memberikan wawasan langsung kepada pengunjung mengenai dunia perkuliahan dan prospek karier di bidang teknologi.

Melalui partisipasi dalam FTI Expo 2026, PSPPI UII berharap dapat semakin memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak insinyur profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Kunjungan FTI UII ke kantor PII Wilayah DIY

 

Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS), memiliki komitmen tinggi untuk selalu dinamis dalam merespon perkembangan jaman. Hal ini dibuktikan dengan terus berusaha melakukan pengembangan organisasi melalui pembukaan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan terkini dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Ada tiga prodi baru yang dibuka pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yaitu Prodi Sarjana InformatikaPendidikan Jarak Jauh(PJJ), Prodi Sarjana Manajemen Rekayasa, dan Program Profesi Insinyur.

 

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) UII merupakan program studi yang dirancang untuk menghasilkan calon insinyur profesional melalui kerjasama pendidikan dan pengajaran antara UII sebagai universitas penyelenggara dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan industry sebagai mitra. Langkah awal yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor PII Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendiskusikan poin-poin pentingan yang akan dikerjasamakan. Selanjutnya, penandatanganan kerjasama dilakukan pada hari Senin, 17 April 2023, oleh Dekan FTI UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo MT IPU ASEAN.Eng. dan Ketua PII DIY Ir. Tri Budi Utama M.T., PUSDA, IPU, ASEAN.Eng.

 

Ketua Program Studi PSPPI UII, Dr. Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., IPM, menyatakan bahwa ruang lingkup kerjasama adalah penyediaan dosen industri sebagai syarat pendirian Prodi Profesi Insinyur, penyediaan tempat magang praktik profesi insinyur, penyelenggaraan kegiatan pendukung proses penerbitan sertifikasi profesi insinyur, sertifikasi kompetensi insinyur profesional dan surat tanda registrasi insinyur serta penyelenggaraan kegiatan pengembangan keinsiyuran dan organisasi keinsinyuran.

 

Menurut Ketua PII DIY, Ir. Tri Budi Utama M.T., PUSDA, IPU, ASEAN.Eng., Program Profesi Insinyur merupakan program pendidikan tinggi setelah sarjana untuk membentuk kompetensi keinsinyuran. Mengikuti proses pendidikan dan lulus dari Program Profesi Insinyur merupakan syarat untuk mendapat gelar Insinyur (Ir.) yang merupakan syarat utama pengajuan permohonan sertifikasi profesi dari Persatuan Insinyur Indonesia. Sertifikasi profesi sangat penting karena memberikan bukti formal bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu. Ini sangat berguna bagi perusahaan dan organisasi yang mencari tenaga kerja yang kompeten, karena sertifikasi ini menjamin bahwa seseorang diakui memiliki kompetensi yang dibutuhkan. UU Nomor 11 tahun 2014 mewajibkan semua insinyur yang akan bekerja memiliki Sertifikat Insinyur Profesional (SIP). “Bagi insinyur yang belum tersertifikasi ada denda pidana positif dan ancaman kurungan,” kata Tri Budi.

Penandatanganan Piagam Kerjasama antara FTI UII dan PII Wilayah DIY.